Sabtu, 12 Desember 2009

TULI


Seperti yang pernah kami katakan pada artikel sebelumnya tentang telinga. Kita sudah mengetahui dan memahami seluk beluk dan sistem kerja pada telinga kita. Namun ada orang yang sering kali bertanya, mengapa saya bisa menjadi tunarungu? Mengapa mereka bisa tunarungu? Pertanyan ini mendorong kita untuk mencari tahu penyebabnya.


Bahkan ada orang tersebut menggugat kepada Tuhan bahwa mengapa saya harus seperti ini. Oleh karena itu, tidak ada salahnya kita membahas tentang ketulian dan penyebabnya. Saya ingin mengupas dan menelaah tentang penyebab-penyebab dan jenis-jenis ketulian.


Mungkin setiap orang sering bertanya pada diri sendiri, mengapa ada tunarungu? Kok, saya bisa menjadi tunarungu? Ada apa di telinga? Semua akan dibahas di sini.


Pengertian tuli


Dalam kamus besar bahasa Indonesia, tuli berarti tidak dapat mendengar suara atau bunyi. Tuli mungkin merupakan kata yang tampak kasar dan terlalu terbuka. Mereka lebih suka menggunakan istilah tunarungu. Akhir-akhir ini banyak yang lebih suka menggunakan istilah yang baru yaitu hendaya pendengar. Meskipun begitu, karena tuli merupakan istilah yang lebih sering digunakan di dunia kedokteran, maka saya terpaksa menggunakan istilah ini.


Setiap penderita mempunyai jenis ketulian yang berbeda tergantung penyebabnya. Sangatlah penting untuk mengetahui bahwa ada 3 tipe tuli yang berbeda. Hal ini sangat penting karena tanpa mengenal tipe ini, kita tidak dapat mengetahui apa jenisnya dan tidak dapat membantu penderita tersebut. Ketiga tipe itu, yaitu: tuli sensorineural, tuli konduksi dan tuli campuran.


Tuli sensorineural berarti tuli yang berhubungan dari telinga dengan urat syaraf. Terjadi bila ada gangguan pada model sentral sampai garis yang memisahkan telinga dalam dengan koklea, misalnya: gangguan pada koklea. Karena ada ganguan pada koklea yaitu di saraf pendengaran atau di hubungan sentral, maka penderita ini tidak akan normal lagi. Tipe inilah yang disebut tuli sensorineural.


Tipe ini paling sering berhubungan dengan bayi yang penderita tunarungu dan juga dengan proses ketuaan. Jenis ini sebagian besar sulit atau tidak dapat disembuhkan karena masalahnya terletak di sarafnya


Tuli konduksi terjadi karena akibat ketidaksempurnaan atau tidak berfungsinya organ telinga yang berperan sebagai menghantarkan bunyi dari luar telinga ke telinga dalam. Keadaan ini berarti bahwa ada sesuatu yang menggangu mekanisme penghantaran suara dari udara di luar melalui liang telinga ke telinga dalam. Tipe ini dapat diobati dan bisa diperbaiki ke taraf pendengaran normal


Tui campuran terjadi apabila ada komplikasi di telinga yaitu akibat tuli sensorineural dan tuli konduksi yang terjadi secara persamaan.

Berbagai sumber

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Coupons