Sabtu, 12 Desember 2009

TELINGA

Indra pendengar merupakan indra yang sangat penting bagi manusia. Indra pendengar adalah telinga. Telinga adalah salah satu panca indera penting yang dimiliki manusia. Indera ini berfungsi sebagai alat pendengaran dan keseimbangan tubuh. Dalam menjalankan fungsinya sebagai alat pendengaran dan keseimbangan tubuh, Tuhan telah menciptakan telinga dan susunan yang sangat menakjubkan. Telinga terdiri dari 3 bagian, yakni: telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. 
TELINGA LUAR (OUTER EAR)
Telinga luar atau juga disebut bagian penangkap, mulai dari daun telinga (pinna) sampai membran timpani (tympanic membrane). Telinga luar terdiri atas: daun telinga (pinna), liang (lubang) telinga (external auditory meatus), dan selaput timpani yang biasa disebut gendang telinga (tympanic membrane). Telinga luar ini berfungsi untuk menangkap bunyi.
TELINGA TENGAH (MIDDLE EAR)
Telinga tengah atau juga disebut bagian penghantar. Bagian ini mulai dari membran/selaput timpani sampai fenestra ovali. Di sini terdapat osikel/tulang-tulang pendengaran, yaitu: tulang martil (malleus), tulang landasan (incus), dan tulang sanggurdi (stapes). Di dalam saluran tengah juga terdapat saluran yang menghubungkan antara tulang telinga dengan rongga faring, yaitu pembuluh/saluran eustachius (Eustachian tube). Telinga tengah berfungsi meneruskan dan memperkuat intensitas bunyi.
TELINGA DALAM (INNER EAR)
Telinga dalam atau bagian penerima terdiri dari tingkap oval (tingkap jorong), tingkap mulut, tiga saluran setengah lingkaran (saluran semisirkularis), dan koklea yang biasa di sebut rumah siput. Juga terdapat berisi organ korti sebagai penerima bunyi.
Ketiga bagian itu berkerja sama menangkap gelombang bunyi dan menjadikan bunyi yang nyata.
CARA KERJA TELINGA
Daun telinga atau pinna berfungsi untuk mengumpulkan gelombang suara atau bunyi (anda tahu, biasanya dengan nada berbisik, anda sering meletakkan tangan anda di belakang telinga untuk memperjelaskan pendengaran). Saluran di liang telinga tidak lurus, hal ini sangat membantu dalam mencegah masuknya objek yang tajam yang dapat merusak struktur lebih dalam. Saluran ini melengkung dan sepertiga luarnya terbentuk dari tulang rawan, sedangkan duapertiga dalamnya terdiri dari tulang.
 Daun telinga sebagian
besar terdiri atas jaringan tulang rawan yang rumit, jaringan ikat dan lemak yang ditutupi oleh kulit. Seluruh jaringan dikelilingi kulit yang memiliki ujung saraf sangat sensitif. Akan terasa sakit bila telinga ini mengalami kerusakan. Kelenjar minyak atau kelenjar serunimus hanya terdapat sepertiga di liang telinga. Minyak ini membantu melumasi kulit dan melindungi telinga dari debu atau kotoran lainnya dan benda asing. Minyak ini berwarna coklat tapi bahan ini tidak kotor.kita biasa menyebut ini sebagai kopoken. Ada pegerakan alami dari permukaan kulit di liang telinga keluar membawa minyak ke luar telinga. Kita sebaiknya tidak perlu memasukkan kapas atau kertas tisue ke dalam telinga untuk membersihkannya. Menjejalkan kertas atau kapas ke dalam telinga merupakan tindakan yang salah karena dapat menyumbatnya dan kotoran malah akan terdorong lebih dalam.
Liang telinga ini sebagai penghantar gelombang suara atau bunyi dari luar telinga ke gendang telinga (selaput timpani). Selaput timpani ini terletak 1,5 inchi atau 3cm dari ujung luar liang telinga. Selaput timpani ini terbentuk dari 3 lapis tipis, satu diantaranya merupakan jaringan elastis. Ini berfungsi sebagai permukaan gendang. Selaput timpani akan bergerak dan merangsang proses penghantar suara/bunyi dari ke telinga tengah. Selaput timpani/gendang telinga ini sangat tipis dan mudah rusak atau berlubang bila kerusakan langsung atau akibat infeksi yang menyerang telinga. Bila terjadi, akan menimbulkan ketulian karena gelombang suara gagal menghasilkan gerak resonansi normal dari gendang telinga.
Selaput timpani memisahkan saluran telinga dari bagian lain yang disebut telinga tengah. Di dalam telinga tengah terdapat ruang yang mengandung udara dan tulang kecil yang biasa disebut osikel. Di ruangan ini menghubungkan dengan bagian luar melalui faring dari telinga tengah ke bagian belakang hidung. Faring ini disebut saluran eustachius. Ini memungkinkan tekanan yang ada di telinga tengah sama besarnya di atmosfer.
Bagi yang sudah pernah naik pesawat, anda sudah tahu bahwa bila anda naik pesawat terbang dalam keadaan demam, saluran eustachius akan tersumbat dan anda akan merasakan sakit yang hebat pada telinga anda karena tekanan di tengah telinga berbeda dengan tekanan atmosfer di pesawat terbang tersebut.
Keadaan ini juga terjadi pada waktu menyelam atau berenang. Bagi yang penyelam, tidak diperbolehkan menyelam ke dalam air karena akan merasakan sakit yang hebat di telinga bila air masuk ke telinga.. Otot yang membuka saluran eustachius yang berasal dari palatum ini akan tidak berfungsi dengan baik. Itulah mengapa tindakan mengunyah permen karet ketika pesawat lepas landas. Mengunyah permen akan membantu membuka saluran eustachius, sekaligus membantu menyeimbangkan tekanan di telinga.
Osikel jumlahnya ada 3, yaitu: tulang martil (malleus), tulang landasan (incus), dan tulang sanggurdi (stapes). Tulang martil ini melekat pada selaput timpani dan berfungsi menghantar gelombang suara/bunyi dari selaput timpani ke koklea. Osikel atau tulang-tulang ini saling bersentuhan. Tulang-tulang ini bekerja menurut prinsip ungkit. Tulang-tulang ini berfungsi untuk meperbesar gelombang suara.
Di bagian dalam terdiri dari tulang yang berbentuk siput, cairan dan beratus-ratus ujung saraf yang sensitif. Bila gelombang suara/bunyi yang dihantarkan oleh osikel, cairan yang ada di dalam akan bergerak sebagai respon dari gelombang bunyi/suara dan ujung saraf akan mengubahnya menjadi rangsang listrik yang berjalan ke pusat pendengaran di otak. Proses sebelumnya menggunakan tenaga mekanik, selanjutnya berubah menjadi tenaga listrik yang disampaikan ke otak, sehingga manusia bisa mendengarkan bunyi yang nyata.
Telinga merupakan komponen yang sangat sensitif. Komponen-komponen ini mudah mengalami kerusakan. Kerusakan bisa terjadi karena kurang sempurnanya komponen-komponen telinga, trauma, dan infeksi. Bila kerusakan ini terjadi, kita dapat menjadi tuli.
Seperti sudah disebutkan di atas telinga juga berfungsi sebagai alat keseimbangan tubuh. Pada masing-masing pangkal saluran setengah lingkaran (saluran semisirkularis) terdapat alat yang berguna memberitahu perubahan arah gerak badan, yang disebut reseptor kesimbangan. Reseptor keseimbangan terdapat dalam kanalis semisirkularis, utrikulus, dan sakulus.
Kanalis semisirkularis (Semicircular Canals)
Suatu struktur yang terdiri dari atas 3 tulang setengah lingkaran, tersusun menjadi satu kesatuan dengan posisi berlainan, yaitu ada yang horisontal, vertikal atas, dan vertikal belakang. Setiap kanalis berisi endolimfe dan setiap pada pangkalnya membesar disebut ampula, dan berisi reseptor keseimbangan yang disebut eristae ampularis. Kelembaban endolimfe yang terdapat dalam kanalis semisirkularis akan bergerak ke arah yang berlawanan dengan arah putaran. Kanalis semisirkularis merupakan keseimbangan dinamis, artinya memberikan respon terhadap pemutaran tubuh
Utrikulus dan sakulus
Utrikulus dan sakulus merupakan alat keseimbangan statis (stateroseptor) yaitu berfungsi memberikan respon terhadap perubahan kedudukan tubuh. Misalnya: tegak, miring, dan lainnya.pada dasar urikulus terdapat makula (organ otolith). Kedudukan otolith ini akan berubah bila posisi kepala berubah.
Berbagai sumber

Reaksi:

2 komentar:

heru_fahriz28 mengatakan...

Boleh di kopi ga Pa?tuk berbagi ilmu..terima kasih.

Vladimir Andropov mengatakan...

makasih ya gan atas informasi , saya menemukan tugas ipa Lks yang belum terselesaikan

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Coupons